Dunia Emang Nggak Adil
Dunia emang nggak adil, tapi Allah Maha Adil
Barusan baca cerita tentang seorang kakak yang rela banting tulang buat nguliahin adeknya 5jt per bulan, tapi akhirnya stop total mbiayain adeknya lagi karena ketauan make duit pemberiannya 10juta buat nonton konser di korea
What the ****
Pingin misuh nggak sih, yg baca aja udah gregetan banget, apalagi yang ngalamin. Ngenes. Aku pun pernah ngalamin kejadian 'pengkhianatan' kayak gitu dengan konteks yang berbeda. Kesel sekesel-keselnya. Ada rasa nggak terima, nggak ikhlas, nyesel, sedih, marah, pokoknya campur aduklah. Yang pernah ngalamin juga, pasti tau betapa sakit hatinya. Kita berjuang mati-matian menahan diri dari segala keinginan, ternyata dikhianati dengan mudahnya 🥴
Buatku proses memaafkannya cukup lama banget. Masalahnya, nyesel tapi kan udah terjadi. Marah, tapi nggak merubah keadaan. Sedih, tapi juga yang bersangkutan nggak peduli. Sampai akhirnya bener-bener belajar buat mengikhlaskan dengan cara menyerahkan semuanya pada Allah.
Aku nggak bener-bener bisa 'baik-baik aja'. Aku tetep kesel, tetep marah, tetep sedih. Tapi kejadian itu bener-bener aku jadikan pelajaran untuk membangun boundaries alias batasan. Nggak ada toleransi lagi. Bahkan aku udah di tahap, sangat siap untuk tidak berhubungan lagi, walaupun itu keluarga terdekat.
Dan manusiawi aja ya, pasti ada rasa ingin membalas. Tapi aku tau, balas dendam itu sangat menguras tenaga, dan membuatku jatuh lebih dalam lagi dari sakitnya dikhianati. Jadi aku berdoa sama Allah. Aku tau Allah Maha Adil. Allah Maha Melihat apa yang sudah kulakukan, dan Allah Maha Tahu apa yang mereka lakukan. Pengkhianatan itu tidak mengurangi pahalaku dan juga tidak membuatku jadi hina. Mungkin aku salah cara tapi aku nggak jahat. Aku serahkan pada Allah, aku minta mereka yang sudah mengkhianati pengorbananku dan perjuanganku selama ini dengan balasan yang terserah Allah, aku sangat yakin, Allah lebih tau balasan apa yang lebih pantas untuk mereka dapatkan. Apakah dibalas di dunia, atau akhirat, atau keduanya. Terserah. Yang jelas, mereka tidak akan pernah lari dari takdirnya Allah
Sekarang tugasku fokus untuk move on. Hidupku harus terus berjalan, aku harus berdamai dengan rasa sakitku. Aku harus memaafkan bukan karena sikap mereka yang termaafkan, tapi untuk memulihkan diriku. Meluruskan niat-niatku berjuang, jangan sampai kesulitan yang sudah kuhadapi dahulu, luntur pahalanya karena niatku ternodai. Mohon ampun sama Allah karena akupun manusia yang nggak luput dari kesalahan. Minta pertolongan Allah untuk menunjukkan ku jalan yang terbaik dan perlindungan agar dihindarkan dari orang-orang yang berniat buruk atau ingin memanfaatkanku. Yang lalu kita jadikan pelajaran untuk masa depan. Dan jangan lelah untuk terus belajar dan berbuat baik. Karena Allah yang akan membalas.
Komentar
Posting Komentar