Sang Pencari Nafkah
Sebel banget dg stigma kalo suami itu tugasnya cuma pencari nafkah. Apalagi menganggap seolah kerjaan itu tuh udah yang paling berat. Tanpa bermaksud untuk membanding-bandingkan peran. Tapi lebay banget nggak sih. Maksudku, kamu juga nggak sejago itu kok dalam mencari nafkah, kamu punya struggle, kadang situasi nggak selalu bagus dan bikin kamu nggak bisa menopang kebutuhan keluarga 100%. Dan it's okay. Istrimu juga bakal paham dan maklum, bahkan siap untuk bantu tanpa diminta. Tapi kok para suami ini nggak begitu ya ke istrinya. Istri udah ngurus anak, ngurus rumah, ngelayani suami yang kayak bocil juga, belum ketambahan muter otak bantu penghasilan. Bukan perkara ikhlas, nggak ikhlas. Tapi capek. Kalau nggak mampu kasih ART atau Babysitter, mbok ya dibantu istrinya, sesederhana bantuin jemur, nyuci piring, atau nyuci baju. Itu ga ada 1 jam tapi sudah sangat meringankan. Atau kalo nggak bisa beres2, ajak main anaknya maksimal 1 jam doang paling, dan lepas itu hapenya. Kalo disuruh, katanya kok suami disuruh-suruh terus kayak nggak ada marwahnya, tapi kalo ga disuruh juga ga ada inisiatif. Serba salah. Minta tolong jadinya malah tersinggung, nggak minta tolong, capek. Giliran istrinya main hp, katanya kerjaannya main hp doang, goleran doang. Ya Allah 🥲
Komentar
Posting Komentar