Terjebak Manipulasi
Ada yang belum sepenuhnya sembuh dari diriku. Bukan soal penyakit fisik, tapi lebih ke jiwa. Sakit jiwa? Bisa jadi.
Seringkali aku merasa tidak pernah benar-benar bahagia dan menikmati apa yang sedang aku jalani hari ini. Rasanya kosong dan hampa. Padahal kalo aku renungi lebih dalam, tidak ada yang salah dalam hidupku. Kalaupun ada ketidak sempurnaan, itu adalah hal yg wajar, dan aku juga faham itu. Aku lihat satu persatu nikmat yang aku miliki, dan aku sadar, hidupku penuh dengan nikmat. Lalu kenapa aku masih merasa kosong dan hampa? Apakah karena aku yang kurang bersyukur?
Ternyata masalahnya tidak sesimple 'kurang bersyukur'. Ini tentang mindset yang terjebak pada pola yang salah. Karena dulunya sudah terlalu lama hidup berdampingan. Jadi, ketika sekarang terbebas, seperti merasa ada yang kurang
Terjebak dalam manipulasi. Korban manipulasi punya banyak struggle dalam hidupnya. Hal pertama, dia sebenarnya tidak pernah benar-benar nyaman hidup dalam manipulasi. Selalu merasa ada hal yang salah dalam dirinya dan hidupnya, tapi nggak pernah benar-benar tau apa penyebabnya. Dan menyakitkannya, yg dia tau hanya dia yg tidak benar-benar cukup baik
Hal kedua, setelah dia tau bahwa ada yg salah dalam pola interaksi manipulasi, dia tidak pernah benar-benar mampu keluar dari lingkaran setan itu. Karena sebagaimana namanya 'lingkaran setan', pola itu betul-betul menjerat dirinya dan bahkan jiwanya. Dia harus merasakan pergolakan batin yang begitu dahsyat. Nggak punya kepercayaan diri karena berkali-kali terjebak dalam mindset yang tertanam bahwa 'kamu lemah dan tak berdaya' jika keluar dari lingkaran tersebut.
Hal ketiga, setelah dia terbebas, kupikir masalahnya sudah selesai, tapi ternyata belum. Karena selalu hidup berdampingan, saat sekarang situasinya berubah, dia merasa ada yang kurang. Merasa tidak berharga dan sebagainya. Kehilangan optimisme dan makna hidup. Langkahnya gontai dan keruwetan fikirannya tak berujung.
Ini bukan sekedar perkara kurang bersyukur. Ini perkara yang kompleks. Tapi bagi orang-oraang nggak mengalaminya langsung, ini bisa dipandang sebagai sebuah 'dramatisasi kehidupan'. Padahal bukan itu poinnya. Otak yang sudah terlanjur kacau tidak bisa lagi dengan mudah menangkap pola : Masalah ~ Solusi. Tapi menjadi semakin rumit : Masalah ~ haus validasi, ingin dihargai, rasa bersalah, penuh tekanan, kelelahan emosional, ekpektasi yang terlalu tinggi dsb ~ Solusi
Jujur, ini amat sangat melelahkan. Perjalanan untuk sembuh ini amat sangat melelahkan jiwa dan ragaku
Aku benar-benar kehilangan makna hidup dan semangat hidup. Dan aku harus menemukannya kembali sebelum aku merasa benar-benar kehilangan hidupku sendiri
Komentar
Posting Komentar