hidup
hari sudah terlampau jauh ketika kita menyadari sosokku saat ini. menghapus segala noktah hitam kehidupan dan berusaha mencari mejikuhibiniu-Nya yang menjadikannya putih kembali. bukan hal yang mudah namun tak juga mustahil. tidak ada yang tahu bahkan mengerti dengan segala skenarioNya. namun disinilah aku ada untuk berusaha memahami arti dari setiap detak jantung ini. hembusan nafas ini yang tak pernah ada lelahnya. atau setiap kedipan mata yang tanpa diperintah pun akan terus berkedip.
masa begitu cepat berlalu. bahkan slide hitam putih itu kini mulai menampakkan sedikit warna. coretan garis bahkan lengkungan tipis tebalnya mulai membubuhi sebagian catatan kecilku. namun itu tak luput dari banyaknya serat-serat rubber yang melenyapkannya.
pondasi yang terus aku bangun. hingga menjadi sebuah menara dan mercusuar di puncaknya. tersenyum bangga kala itu. kala mampu mengokohkan benteng-benteng pertahanan. namun nampaknya begitu banyak para predator menyerangku. mencoba meruntuhkan segala pondasi yang telah aku bangun. sedikit puing-puing menyeruak keluar dari barisan bata-bata. dengan sesegera mungkin tambalan mampu menutupinya. sejenak merasa aman. tidak sampai disitu. kehidupan terus berjalan kawan. tanpa kita mampu untuk menghentikannya sejenak. enggan sekali rasanya memberikan celah waktu untukku memikirkan strategi-strategi baru. untuk tetap bertahan dalam ketegaran. namun selayaknya musuh, aku terus diserang. kasat mata terasa sangat meyedihkan. tidak adakah rasa iba terhadap diriku ini? tidakkah engkau merasa kasihan dengan segala kerja kerasku membangun pondasi-pondasi ini sendiri? tidak. batu-batu itu kembali menghujami dinding-dinding kesabaranku. bahkan tiada henti panah-panah itu menancap persis di ulu hatiku. bentengku hancur. menjadi puing-puing berserakan. sudah tak ada gunanya lagi. pikirku inilah akhir hidup. hidup terasa begitu mengenaskan. tidak. tidak sampai disini. aku meraih serpihan-serpihan itu dan menyusunnya kembal menjadi sebuah bangunan kokoh. dengan tertatih, bongkahan itu mampu tersusun walau di beberapa sudutnya masih ada lecet yang tertinggal.
inilah hidup kawan. ketika engkau harus tersenyum bahagia. itu adalah bagian dari hidup. atau ketika butiran air matamu mengalir lembut di pipimu, itupun bagian dari hidup. inilah yang harus disadari. hidup menjadi suatu anugrah yang tidak dapat dipungkuri nikmatnya. menjadi suatu penghargaan terbesar yang kau punya ketika segala masalah di dunia ini mampu kau pecahkan. berbanggalah engkau. waktu yang tidak bisa dihentikan. dan kemudian kembali disambung. inilah hidup kawan. nyata adanya. mutlak untuk kita yakini.
Tuhan, Rabb semesta alam, yang maha kuasa dari segala kekuasaan di dunia ini, ALLAH azza wa jala. lindungilah hati ini. naungilah batin ini dengan segala karuniamu. hangatkan aku dalam suasana Jannah yang Kau janjikan pada orang-orang beriman. tuntunlah aku dari segala tipu muslihat setan yang selalu berusaha menjerumuskanku dalam kekufuran. jadikanlah aku bagian dari hamba-hambaMu yang kau nantikan di akhirat kelak. dan pertemukanlah aku dengan manusia termuliaMu, Rasulullah SAW.
ALLAH, yang maha mendengar, yang maha mengetahui segala yang ada dalam hatiku. ampuni aku atas sertiap langkah kakiku yang kulangkahkan ke tempat yang sia-sia. ampuni aku atas setiap ucapan-ucapan kotor yang keluar dari lisanku ini. ampuni aku atas setiap pandangan mata yang belum bisa kutundukkan untuk memandangMu lebih jauh. aku lebih tertarik dengan ciptaanMu itu. dan ampuni aku yang telah mengotori hati ini dengan cinta duniawi, cinta yang fana.
-Sandiwara Cinta-
kala cinta pada manusia adalah segalanya
indahnya impian dan harapan telah membutakan mata
hingga menipuku dalam sandiwara sempurna
dan yang ku dapat hanya luka mendalam yang sulit kusembuhkan
kucoba seperti tak ada apa-apa
kucoba yakinkanku kan baik-baik saja
akhirnya ku lelah bertahan
dan ingin kucurahkan segala rasa kekecewaan
terasa menyesakkan dada
kala cinta pada manusia
dikhianati tinggal kan ku sendiri
hanya air mata bicara
tanda hati hancur terluka
kau masih saja menemani setia
tiada Kau lelah akan keluhan
tiada Kau marah karena bosan
mendengarkanku, yang telah melupakanMu
aku melupakanMu
-Shaffix-
kenapa penyesalanku itu hadir di saat semua telah terjadi? ketika lisan telah berucap. ketika kaki sudah melangkah. ketika dosa sudah terlanjur mengotori sucinya hati ini. kenapa? dan inilah penyesalanku. aku mengakui segala kesalahanku. yang menomor duakan engkau. secara tidak langsung menuhankan kekasih yang pernah aku punya. ampuni aku ya Allah. aku telah mengotori hati ini dengan segala rasa yang aku punya. memberikan cinta kepada orang yang tidak sepantasnya. orang yang salah. dan mengkambing hitamkan dia sebagai penyebab noda dalam hatiku. tidak. ini pun salahku. rasa cinta yang seharusnya aku berikan kepada seseorang di masa depanku kelak. kini telah ternoda. sungguh aku malu meyadari ini semua. sungguh hina mengenang semua yang telah aku lakukan. aku telah salah dalam melangkah. mencari pelarian di saat dilanda kekecewaan. pelarian yang salah. maaf kan aku ya Allah. ampuni aku Allah.. ampuni.....
Futur
rasa futurku menghalangiku
menempuh semua perjalanan imanku
bila kuingat semua teman-temanku
yang masih coba membimbingku
-Fatih-
Komentar
Posting Komentar